Pengunjung

History of Computer

Rabu, 02 Maret 2011

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri.

Komputer Generasi Pertama (1946 – 1959)
 
UNIVAC I. Merupakan komputer generasi pertama dengan keistimewaan yang sangat mencolok pada ENIAC– tabung hampa udara. Sampai tahun 1950, beberapa komputer lain menggunakan tabung tersebut, setiap komputer memberikan kemajuan yang berarti dalam pengembangan komputer. Pengembangan tersebut termasuk binary aritmetic, random access, dan konsep dari program yang tersimpan.

1951 The U.S. Bureau of Cencus pada tahun 1951 menginstalasi komputer komersial pertama yang bernama Universal Automatic Computer – UNIVAC I. UNIVAC I dikembangkan oleh Mauchly dan Eckert untuk Remington-Rand Corporation.

Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)
 
Bagi kebanyakan orang, penemuan transistor berarti semakin praktis. Untuk itu dalam bisnis pemrosesan data, menandakan dimulainya komputer generasi kedua. Transistor berarti semakin berkinerja, lebih diandalkan, dan komputer lebih murah yang menempati sedikit ruang dan menghasilkan sedikit panas.
Biaya seharusnya bisa ditekan. Harga komputer selama generasi pertama, kedua dan sebagian generasi ketiga merupakan bagian penting dari anggaran sebuah perusahaan. Inovasi di pacu dengan persaingan yang menghasilkan penambahan kinerja dan penurunan harga komputer secara besar-besaran.
  
Komputer Generasi Ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip.

Komputer Generasi Keempat


Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga memopulerkan penggunaan piranti mouse.

Komputer Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
 


"computing" before computer

Seperti yang kita ketahui bahwa "computing" adalah alat hitung. Dan sepertinya berhitung merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hilangkan sampai kapanpun dan itu menjadi dasar dari perkembangan komputer sampai sekarang ini.

Pada jaman dahulu kala para primitf mempunyai cara dalam berhitung yaitu dengan menggunakan batu yang dicoret- coret, atau menggunakan jari dalam berhitung.

Namun secara perlahan manusia primitif mulai menemukan sebuah solusi yang semakin memudahkan cara berhitung dan ditandai dengan munculnya kalender primitf pada sekitar tahun 2800 BC di Iggris yang dipercaya sebagai bentuk kuno dari kalender yang dirancang untuk “menangkap” cahaya matahari saat berbalik arah di musim panas.



ABACUS 



Seiring dengan berjalannya waktu dan ditemukannya lambang bilangan, alat hitung mengalami kemajuan. Sekitar 1800 tahun yang lalu, ditemukan alat hitung sederhana yang disebut Abacus. Alat ini menyerupai sempoa, hanya lebih sederhana.Namun dengan berkembangnya pensil dan bolpen abacus menjadi tidak populer lagi.

KALKULATOR RODA NUMERIK 



Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662) menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Alat ini dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.


KALKULATOR RODA NUMERIK 2

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsufis Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) menyempurnakan Pascaline, yang tadinya hanya dapat menjumlahkan, alat ini bisa mengalikan antar bilangan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.


ANALYTICAL ENGINE


Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.

MESIN TABULASI HOLLERITH


Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.

PTI ASSIGNMENT

Minggu, 13 Februari 2011

How about Indonesia:

Indonesia is a country with a very large population. With the development of technology that began in the 1990s and has developed quite rapidly until now. This is easily proved by us to access the internet even to rural areas. With a population of Indonesia is expected that many are able to be a developed country in the IT field. It is already quite realized with the IT tools made in Indonesia that do not compete with foreign made. However, there are still many shortcomings that Indonesia needed to be able to compete with countries other IT suppliers such as India and China. One solution that seemed quite right is the focus of education in Indonesia with menjalurkan one area so that a child can become a master in the field of interest is not like now that have learned so much so confused about what to learn. Where in the IT field we feel we need to learn a lot in computer science with the Department of Informatics and other majors related to computer science. With the majors, it is expected we are able to print an expert in the IT field and I hope that Indonesia could become influential country in IT field in the next few years.

Which CS career path is the most promising for the next 50-10 years?

I think the development of CS which has a promising prospect is the development of software and hardware. The reason I, in the world of IT is not just in software alone that need to be developed but also in hardware. Why is that? because it requires a balance between sophistication in hardware and software innovation in the infinite. So as we informatics engineering graduates are very appropriate to choose these majors because of the development of software and hardware that has no boundaries and makes a good prospect for the future. In addition to the development of a growing economy will now needa lot people with IT equipment that would benefit us as a graduate of Informatics .



What is your SWOT?  
 
Strengths  (kekuatan): 
I am very grateful to have been born in this world. My father told me that life is worship first, then learn, and the latter is working. And that makes my power in this life.

Weaknesses (kelemahan):
As a human being I have many weaknesses. In this life sometimes I have a depression and it made me inconsistent in learning. In addition, I often reflect on in the bathroom whatever my shortcomings, in contemplation, I find that hard to express my emotions and I was a snob. In the bathroom I also find many solutions in reducing the shortage of me because I lack is a precious gift for me to become an even better being a man.

Opportunities (peluang): 
Opportunity in my life is not something that can be given other people but we must strive. And a man who succeeded the man who was able to show strength in the opportunities that already exist.

Threats (ancaman):   
My biggest threat is coming from within myself, when I fell on my own shortcomings. That's my biggest threat in this life. Therefore I schooled in the Koran by my mother to deal with this threat. So in a very dull world of work I expected to be able to settle my own affairs.



What is your grand strategy to deal with those facts?

As my father said I should be diligent in worship, study hard and work diligently. And this makes my life happy. SMILE